Sabtu, 03 April 2010

Tugas Observasi Kelompok
" Kecerdasan Emosi "


Ketika datang ke sekolahnya, sekolah ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap.

Guru-guru yang di dalamnya juga sangat baik dan ramah. Begitu juga anak-anaknya yang menyenangkan dan tidak bandel.

Kami juga dibantu oleh guru-guru yang mengajar dengan diperbolehkannya kami untuk mengobservasi kelas.

Dengan adanya tugas ini banyak pengalaman yang saya dapatkan, saya bisa terjun langsung ke lapangan untuk melihat sistem belajar anak-anak.

Hasil observasi :




6 komentar:

  1. (UAS) 1. Ira, teori Paedagogi apa yang paling berkesan untuk kamu? Apakah teori itu dapat kamu gunakan untuk menjelaskan mengapa kamu memilih nuansa blog mu ini berwarna biru?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Ira, jawaban uas yang dinilai harus diposting di komen. Jadi jawablah di sini.
    Kemudian jangan merubah redaksi dari soal UAS tersebut ya.
    take care.

    BalasHapus
  4. sebelumnya maaf bu,,
    kemaren waktu di entri k komentar tdk bisa,,
    jadi saya posting lwat profil..

    BalasHapus
  5. jawaban UAS 1.

    sepanjang belajar dikelas paeda, teori yang paling berkesan untuk saya dan mungkin sangat saya sukai adalah teori mengenai kecerdasan emosi dalam belajar,,

    kenapa saya menyukai teori ini, alasannya karena teori ini membangun saya untuk bisa memanage emosi saya,,

    bagaimana membina hubungan yang baik dengan teman sekelas, dan sebagainya.

    Menurut pengertiannya sendiri, emosi itu merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.

    Banyak orang yang memilki IQ yang tinggi dan menganggap itu adalah satu-satunya untuk mencapai kesuksesan. Usaha semacam itu jelas positif, namun masih ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai keberhasilan selain kecerdasan ataupun kecakapan intelektual, faktor tersebut adalah kecerdasan emosional.
    Karena kecerdasan intelektual saja tidak memberikan persiapan bagi individu untuk menghadapi gejolak, kesempatan ataupun kesulitan-kesulitan dan kehidupan. Dengan kecerdasan emosional, individu mampu mengetahui dan menanggapi perasaan mereka sendiri dengan baik dan mampu membaca dan menghadapi perasaan-perasaan orang lain dengan efektif. Individu dengan keterampilan emosional yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan berhasil dalam kehidupan dan memiliki motivasi untuk berprestasi. Sedangkan individu yang tidak dapat menahan kendali atas kehidupan emosionalnya akan mengalami pertarungan batin yang merusak kemampuannya untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya dan memiliki pikiran yang jernih.

    Karena itu materi ini memberikan pembelajaran yang sangat menarik bagi saya dan mungkin juga bagi rekan-rekan yang lain.

    Pengaplikasian materi ini sendiri dapat saya rasakan di kelas paedagogi ini,Saya diajarkan untuk lebih percaya diri terhadap apa yang saya perbuat, bercermin pada pengalaman yang pernh ada, baik dan buruk agar tidak melakukan kesalahan yang sama juga belajar untuk beretika dan memilki motivasi yang tinggi untuk belajar, tidak hanya itu membina hubungan yang baik dan saling mengenal satu sama lain pada kelas paeda juga termasuk kecerdasan emosi yang diajarkan pada kelas ini.

    Kecerdasan emosi yang saya dapat implikasikan dikelas paeda sendiri, yang paling kuat saya rasakan adalah saya berusaha untuk membina hubungan yang baik terhadap rekan-rekan yang lain yang sama belajar pada kelas ini, walaupun usaha saya belum maksimal dan saya masih memiliki krisis kepercayaan diri dan rasa akan penolakan yang tinggi, tapi saya tetap berusaha memanage emosi saya untuk dapat membina hubungan sosial yang baik kepada mereka.

    BalasHapus
  6. lanjutan Jawaban UAS 1.

    Alasan saya memilih warna biru sebagai latar blog saya,mungkin secara psikologi warana biru merupakan warna yang paling disukai banyak orang terutama kaum pria. Biru memberikan kesan ketenangan pikiran atau perasaan tenang. Hal ini sering digambarkan sebagai damai, tenang, aman, dan tertib. Namun biru juga dapat menciptakan perasaan kesedihan atau sikap acuh tak acuh.

    Namun sebenarnya alasan utama saya memilih warna ini saat membuat blog kemaren,karena saya menyukai warna biru untuk mendekor ruangan maupun tempat-tempat yang saya sukai dengan warna biru, karena warna biru sendiri secara psikologisnya tadi dapat memberikan efek ketenangan pada diri saya saat melihatnya.

    Bila dikaitkan dengan teori kecerdasan emosi, saya memilih nuansa blog ini berwarna biru karena bagi saya warna biru dapat memberikan saya feel damai saat saya membuka blog ini, dan warna ini menggambarkan kesejukan, santai dan tidak hanya memiliki kemampuan menenangkan urat saraf yang tegang tapi juga diketahui meningkatkan kreativitas.

    Warna ini sangat jelas berpengaruh dalam pengelolaan emosi diri(self Regulation) untuk bisa mengembangkan kreativitas, karena warna biru ini sendiri memberi kesan damai saat kita melihat warna ini, karenanya kita dapat mengelola emosi kita dengan baik saat kita tengah berada dalam mood yang buruk.

    tidak semua orang dapat mengelola emosinya dengan baik, mungkin secara teoritis dapat saya simpulkan bahwa warna ini dapat menjadi alternative atau factor pendukung dalam mengelola emosi karena memberikan kesan rileks karena mampu menenangkan urat saraf yang tegang.



    sebelumnya saya minta maaf jika jawabannya jadi bersambung buk,,
    dikarenakan jika dimuat dlm satu koment, tidak bisa diposting seperti kemarin..

    sekurang-kurangnya saya minta maaf dan terimakasih atas pengertian ibu.
    ^_^

    BalasHapus